Untuk yang ketiga kalinya saya mencoba resep Martabak manis, dan menggunakan resep yang berbeda-beda. Kalau menurut saya resep yang paling oke memang ini. Oke dalam artian saya, martabak tetep empuk di keesokan harinya, dan martabak manis bisa bersarang dengan sempurna. Rasanya kalau martabak manis bisa bersarang, berserat itu sesuatu banget deh. Jadi saya pengen share resep yang terbilang gampang ini. Ohh ya ngomong-ngomong sebenernya 1 resep ini bisa dipakai 2 porsi martabak, namun karena ukuran teflon saya terbilang cukup besar (teflon kotak Happy Call KW) dan saya kurang suka dengan martabak manis yang tipis, jadi satu resep saya jadikan 1 porsi saja. Dan hasil ketebalannya seperti digambar itu. Tergantung selera saja mau dijadikan 1 porsi atau 2 porsi, dan disesuaikan dengan loyangnya masing-masing. Ngomong-ngomong pakai loyang/teflon biasa (yang biasanya untuk memasak, so far oke oke saja ) meski hasil bakalan lebih bagus jika menggunakan loyang khusus martabak manis. ...
Jadi saya yang suka banget sama donat, sudah 2 kali mencoba ini resep, dan puas bangett, hasilnya selalu bagus sesuai ekspetasi. Lembut banget, seratnya oke, dan ngembang dengan sempurna. Adonan ini mirip-mirip dengan adonan roti ya. Kata ibu saya yang biasanya bikin donat, adonan donat yang ini sedikit air, beda dengaa donat yang biasanya dibuat ibu-ibu kampung, donat yang airnya banyak, dan takarannya pun disesuaikan, maksudnya tidak ada kepastian harus berapa ml, jika kelembekanpun harus siap-siap tambah tepung. Nah resep yang ini ukurannya sudah paten, kalau bisa jangan diubah-ubah, percaya deh kalau ngikut aturan pasti hasilnya bagus. Dan ini donat setelah 2 hari pun masih empuk, sungguh ini yang bikin aku nggak kapok pakai ini resep kalau bikin donat. Nah berhubung adonannya mirip adonan roti, saya nguleni adonannya pakai tangan saja, karena saya nggak ada mixer khusus buat roti, adanya handmixer biasa, dan saya yang waktu itu pernah coba handmxer untuk menghaluskan adonan r...